<legend id="h4sia"></legend><samp id="h4sia"></samp>
<sup id="h4sia"></sup>
<mark id="h4sia"><del id="h4sia"></del></mark>

<p id="h4sia"><td id="h4sia"></td></p><track id="h4sia"></track>

<delect id="h4sia"></delect>
  • <input id="h4sia"><address id="h4sia"></address>

    <menuitem id="h4sia"></menuitem>

    1. <blockquote id="h4sia"><rt id="h4sia"></rt></blockquote>
      <wbr id="h4sia">
    2. <meter id="h4sia"></meter>

      <th id="h4sia"><center id="h4sia"><delect id="h4sia"></delect></center></th>
    3. <dl id="h4sia"></dl>
    4. <rp id="h4sia"><option id="h4sia"></option></rp>

        Fakta dan Mitos tentang Detak Jantung Manusia yang Perlu Anda Pahami

        • Bagikan
        Fakta dan Mitos tentang Detak Jantung Manusia yang Perlu Anda Pahami
        image_pdfimage_print

        Realitarakyat.com – Mengetahui serba-serbi tentang detak jantung untuk membantu mendeteksi masalah jantung sejak dini. Pasalnya, detak jantung merupakan salah satu indikator penting dari kesehatan jantung Anda.

        Namun sayangnya, hanya sedikit orang yang mengetahui secara tepat mengenai detak jantung. Untuk itu, kenali lebih dalam mengenai fakta detak jantung dan kebenaran dari mitos-mitosnya yang beredar di masyarakat.

        Berbagai fakta tentang detak jantung yang perlu Anda tahu
        Jantung merupakan organ vital pada tubuh manusia. Fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga berbagai organ dan sistem tubuh Anda bisa bekerja sebagaimana mestinya.

        Selain tekanan darah, salah satu indikator penting dari kesehatan jantung adalah detak jantung. Detak jantung adalah berapa kali jantung Anda berdenyut dalam satu menit. Adapun detak jantung seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, ukuran tubuh, kondisi jantung, cuaca atau temperatur udara, aktivitas fisik, emosi, dan obat-obatan tertentu.

        Untuk mengetahui lebih dalam tentang detak jantung, berikut adalah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui:

        1. Apa yang mengendalikan detak jantung?
        Nodus sinoatrial (nodus SA), atau disebut juga dengan alat pacu jantung alami, berperan dalam mengendalikan detak jantung Anda. Nodus SA adalah bagian kecil jantung yang terletak pada atrium kanan. Bagian dari jantung ini dapat meningkatkan atau menurunkan detak jantung berdasarkan informasi yang diperoleh dari saraf.

        2. Bagaimana mengukur detak jantung?
        Cara menghitung detak jantung adalah dengan meletakkan kedua jari Anda, yaitu jari telunjuk dan jari tengah, pada titik denyut nadi dapat teraba. Pergelangan tangan pada sisi bawah jempol, bagian dalam siku, sisi leher, atau bagian atas kaki. Rasakan dan hitung denyut jantung Anda dalam 10 detik, kemudian jumlah tersebut Anda kali enam untuk mengetahui frekuensi nadi Anda per menit.

        3. Berapa detak jantung yang normal?
        indotogel lengkap Dilansir dari American Heart Association, umumnya, detak jantung normal berkisar antara 60-100 detak per menit (BPM). Angka tersebut merupakan detak jantung normal saat beristirahat atau tidak sedang beraktivitas. Meski demikian, detak jantung normal bisa berbeda pada setiap rentang usia. Sebagai contoh, pada usia 0-11 bulan, detak jantung normal sebesar 70-160 BPM, sedangkan pada usia 1-4 tahun sebesar 80-120 BPM.

        Mitos dan kebenaran fakta tentang detak jantung
        Selain fakta di atas, informasi mengenai detak jantung banyak beredar di masyarakat. Namun sayangnya, beberapa informasi justru kurang tepat. Untuk meluruskan hal tersebut, berikut adalah beberapa mitos tentang detak jantung beserta kebenarannya yang perlu Anda ketahui:

        1. Detak jantung cepat menandakan serangan jantung
        Ini adalah mitos. Faktanya, detak jantung cepat atau takikardia, terkait dengan berbagai kondisi kesehatan. Pada kondisi yang normal, detak jantung cepat bisa terjadi saat tubuh Anda melawan infeksi atau ketika Anda sedang berolahraga.

        Namun, jika Anda merasakan detak jantung cepat yang disertai dengan pusing, pingsan, atau mengalami palpitasi (jantung berdebar dan tidak teratur), sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat.

        2. Jantung berdetak cepat hanya ketika sedang stres
        Ini juga merupakan mitos. Situasi stres memang memicu pelepasan hormon adrenalin, yang menyebabkan pernapasan dan detak jantung Anda lebih cepat serta meningkatkan tekanan darah. Meski demikian, stres bukanlah satu-satunya faktor yang membuat denyut jantung Anda berdetak cepat.

        Fakta menyebut, ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan detak jantung meningkat. Termasuk aktivitas fisik yang tinggi, emosi (merasa sangat senang atau cemas atau sedih), atau kondisi medis tertentu.

        3. Anda tidak perlu cek tekanan darah saat denyut jantung normal
        Ini juga merupakan mitos. Faktanya, kedua hal ini tidak selalu berhubungan. Saat jantung Anda berdetak normal, belum tentu Anda memiliki tekanan darah normal. Anda bisa saja mengalami tekanan darah tinggi atau rendah pada saat tersebut.

        Sebaliknya, saat detak jantung meningkat akibat berolahraga, tekanan darah Anda bisa saja tetap normal. Ini biasanya karena Anda memiliki pembuluh darah yang sehat, yang memungkinkan lebih banyak darah mengalir dengan mudah. Oleh karena itu, meskipun jantung Anda berdetak normal, Anda tetap perlu cek tekanan darah secara rutin.

        4. Jantung berdetak lambat berarti jantung Anda lemah
        Detak jantung lambat bukan berarti Anda mengalami lemah jantung (kardiomiopati). Faktanya, detak jantung yang lambat bisa saja menandakan bahwa Anda dalam keadaan sehat. Sebagai contoh, atlet terlatih dengan otot jantung sehat justru memiliki detak jantung istirahat yang lambat, yaitu 60 BPM atau kurang. Pasalnya, jantung atlet yang sehat tidak perlu berdetak dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

        Namun, jika detak jantung melambat dan diiringi dengan berbagai gejala, seperti pusing, pingsan, nyeri dada, atau gejala penyakit jantung lainnya, sebaiknya Anda segera bicarakan dengan dokter. Detak jantung yang lambat (bradikardia) bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu. (*)

         

         

        sumber: hellosehat

        • Bagikan
        Loading...