<legend id="h4sia"></legend><samp id="h4sia"></samp>
<sup id="h4sia"></sup>
<mark id="h4sia"><del id="h4sia"></del></mark>

<p id="h4sia"><td id="h4sia"></td></p><track id="h4sia"></track>

<delect id="h4sia"></delect>
  • <input id="h4sia"><address id="h4sia"></address>

    <menuitem id="h4sia"></menuitem>

    1. <blockquote id="h4sia"><rt id="h4sia"></rt></blockquote>
      <wbr id="h4sia">
    2. <meter id="h4sia"></meter>

      <th id="h4sia"><center id="h4sia"><delect id="h4sia"></delect></center></th>
    3. <dl id="h4sia"></dl>
    4. <rp id="h4sia"><option id="h4sia"></option></rp>

        PKB Ajak Masyarakat yang Mau Maju Capres untuk Tidak Malu-Malu

        • Bagikan
        PKB Ajak Masyarakat yang Mau Maju Capres untuk Tidak Malu-Malu
        image_pdfimage_print

        Realitarakyat.com – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menjadi salah satu isu yang menarik perhatian publik. Meski sejumlah nama tokoh masuk dalam bursa calon presiden, tapi hingga saat ini belum ada satu pun yang menyatakan secara tegas kesiapannya di hadapan publik.

        Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid meminta kepada sejumlah pihak yang ingin maju sebagai Capres 2024 agar tidak malu-malu.

        “PKB ingin mengajak masyarakat dari awal kalau mau nyalon, tegas saja. Enggak usah malu-malu,” kata pria yang akrab disapa Gus Jazil dalam keterangannya tertulisnya, Senin (18/10/2021).

        Menurutnya, dengan menyatakan secara tegas kesiapan mencalonkan diri sebagai presiden, maka masyarakat akan melihat rekam jejak, program kerja, dan visi misi lebih awal.

        indotogel lengkapSejauh ini, sudah ada sejumlah nama ketum parpol muncul sebagai capres. Di antaranya Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Namun, dari ketiga nama ketum parpol tersebut, baru Airlangga yang sudah dipastikan maju capres sesuai keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2019.

        Gus Jazil mengatakan, salah satau ikhtiar seluruh kader PKB saat ini adalah menjadikan Muhaimin Iskandar sebagai capres. Pihaknya menyadari bahwa PKB tidak bisa mengusung calon sendiri, tapi harus berkoalisi dengan parpol lain.

        “PKB punya modal 9%-10%. Tentu kalau koalisi dengan parpol menengah bawah, kita harus mengajak dua parpol lagi. Tapi kalau dengan Gerindra cukup dua partai. Tapi yang perlu dibahas kan bukan sekadar mencukupi, elektoral, tetapi harus menang. Dan kalau menang harus bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

        Jika koalisi dengan parpol lain sudah terjalin, selanjutnya akan dibicarakan bersama soal komposisi siapa capres dan cawapres, termasuk program kerja dan lainnya.

        “Hari ini Pak Muhaimin maju capres harga mati. Semua kader PKB bergerak untuk itu. Nah bahwa nanti bagaimana ke depannya setelah berkoalisi, harus dibahas di situ. Kita nggak ngotot kok. Kita bukan harga mati dalam konteks pokoke. Kita ingin Presiden 2024 ke depan itu betul-betul yang diharapkan masyarakat,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.[prs]

        • Bagikan
        Loading...